Berita

Sekjen Kemenaker Berikan 3 Tips Hadapi Era Society 5.0, Catat!

Dwiki Lutfianto

Sekjen Kemenaker Berikan 3 Tips Hadapi Era Society 5.0, Catat!
Ilustrasi: Sekjen Kemenaker Berikan 3 Tips Hadapi Era Society 5.0, Catat!, source: pointstar.co.id

Iberian-Partners.com – Era Society 5.0 memberi dampak besar dalam Dunia Industri. Otomatisasi dan Internet of Things (IoT) pada Era Society 4.0 telah mengubah cara Industri dan Manufaktur dalam beroperasi. Kini banyak Pabrik menggunakan teknologi berbasis AI pada bagian produksi. Cara ini jelas bakal meningkatkan efisiensi, kualitas serta kelangsungan produksi.

Selain bisa mengurangi dampak lingkungan, penggunaan teknologi dalam Dunia Industri, khususnya untuk keperluan produksi jelas bakal menekan biaya Perusahaan untuk membayar upah karyawan. Oleh karena itu, persaingan pasar kerja di BUMN, Perusahaan Swasta hingga Freelance sekalipun bakal semakin kompetitif.

Lantas, dalam mempersiapkan revolusi dari Era Society 4.0 menuju 5.0, Fahmy Asa, Pranata Komputer Ahli Muda Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) berpendapat bahwa salah satu metode yang dapat digunakan adalah Blended Learning.

Blended Learning merupakan pembelajaran Hybrid menggabungkan secara Online dan tatap muka. Menurutnya penerapan metode pembelajaran seperti itu dapat memperkuat pengalaman Mahasiswa menggunakan perangkat digital, yang sangat penting di dunia kerja di masa depan.

Pada Era Society 5.0, pendidikan tinggi sudah bukan lagi modal penting untuk memasuki Dunia kerja. Para lulusan Perguruan Tinggi nantinya dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis (critical thinking), kreatifitas, dan adaptabilitas. Universitas atau Perguruan Tinggi sepertinya perlu menyesuaikan kurikulum nya guna memastikan Mahasiswa memiliki skills yang dibutuhkan demi mencapai kesuksesan di Era Society 5.0.

Membangun kemitraan dengan sektor industri supaya kurikulum mereka up-to-date dan relevan dengan perkembangan terkini. Kerjasama seperti ini juga bisa membantu Mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung di Dunia kerja dan Dunia nyata. Selain itu, pola kemitraan ini juga dapat membantu Universitas mengikuti perkembangan teknologi terbaru.

Kemudian dari cara penilaian juga perlu mengalami perubahan, jika sebelumnya masih menggunakan Ujian tulis atau Esai. Sebagai persiapan menghadapi Era Society 5.0 perlu ada metode baru seperti pembelajaran berbasis project dan peer evaluation. Menurut Fahmy, metode seperti ini dapat mengukur kemampuan kerjasama dan kolaborasi hingga skill pemecahan masalah atau problem solving.

Era Society 5.0
source: medsi.stmikroyal.ac.id

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Anwar Sanusi menghimbau agar para lulusan Perguruan Tinggi tidak takut menghadapi Era ini.Melalui pidato nya, Anwar Sanusi membagikan 3 pesan penting pada para civitas akademika serta lulusan Perguruan Tinggi dalam menghadapi Era Society 5.0, antara lain:

  • Terus Memotivasi Diri

Para lulusan Perguran Tinggi perlu memotivasi diri dengan cara memandang kegagalan sebagai proses belajar. Jangan pernah takut mencoba hal baru dan hadapi apapun yang harus dihadapi.

Dengan terus memotivasi diri, maka akan menumbuhkan mental yang kuat, pantang menyerah dan siap menghadapi segala macam rintangan, termasuk persaingan ketat di Era Society 5.0.

  • Terus Belajar

Era Society 5.0 juga menuntut kita untuk terus belajar, khususnya mengenai Dunia Teknologi. Selain itu, para lulusan Perguruan Tinggi pun tetap harus mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari selama menjadi Mahasiswa.

Ada banyak hal yang harus dipelajari sebagai persiapan menghadapi Era Society 5.0, mulai dari ChatGPT, mempelajari sistem Ads di aplikasi Media Sosial hingga menemukan ladang penghasilan dari pekerjaan Freelance Online.

  • Membangun Jejaring

Menurut Anwar, Era Society 5.0 bertujuan menggabungkan teknologi dan manusia. Pada satu sisi, Society 5.0 dinilai akan menjadikan hubungan antar manusia semakin berjarak seiring kemudahan hubungan dan sosialisasi antara satu orang dengan lainnya.

Tapi, bisa juga sebaliknya karena dengan adanya kecanggihan teknologi bisa memudahkan hubungan antar manusia sebagai implikasi transformasi teknologi. Kita bisa memanfaatkan jejaring Media Sosial, Video Conference untuk saling berkomunikasi secara jauh.

“Jadi membangun Jejaring ini sangat penting, karena keberhasilan-keberhasilan tidak hanya ditentukan karena anda pintar, karena anda hebat, tapi bagaimana kita bisa membangun Jejaring,” informasi di Era Society 5.0” tutur Anwar Sanusi dalam Pidato nya.

Sementara itu, dari pihak Kementerian Ketenagakerjaan sendiri turut mengambil peran dalam menghadapi Era Society 5.0, salah satu dengan menyediakan sistem SIAPKerja.

Ada 4 (empat) layanan yang terintegrasi dengan sistem tersebut, antara lain:

  • Skillhub (Layanan peningkatan kompetensi melalui pelatihan Vokasi)
  • Sertihub (Layanan Sertifikasi Kompetensi)
  • Karirhub (Layanan informasi pasar kerja)
  • Bizhub (Layanan pengembangan kewirausahaan)

Editor: Ari | Sumber: Facebook Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Jangan lupa untuk kunjungi kami di Google News serta gabung Channel Telegram untuk mendapatkan informasi lowongan kerja terbaru.

Photo of author

Dwiki Lutfianto

Dwiki Lutfianto, lulusan S1 STMIK Amikom Purwokerto, telah mengabdikan diri sebagai penulis berita profesi dan pekerjaan di Iberian-Partners.com selama 3 tahun. Keahliannya merangkum perubahan pasar kerja memberikan perspektif berharga bagi pembaca yang ingin mengikuti tren industri terkini.

Baca Juga