Berita

Tidak Bisa Klaim JHT di JMO dan Cara Mudah Mengatasinya

Dwiki Lutfianto

Tidak Bisa Klaim JHT di JMO dan Cara Mudah Mengatasinya
Ilustrasi: Tidak Bisa Klaim JHT di JMO dan Cara Mudah Mengatasinya, source: Kompas.com

Iberian-Partners.com – JMO (Jamsostek Mobile) memang memberikan kemudahan para peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mencairkan saldo JHT. Tapi di beberapa kasus, proses klaim JHT di JMO tidak bisa dilakukan, kenapa?

Tidak bisa klaim JHT di aplikasi Jamsostek Mobile sebenarnya bukan masalah baru. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan pengajuan klaim JHT di JMO tidak dapat dilanjutkan, salah satunya adalah nominal pencairan.

Melalui artikel berikut, kami telah menyiapkan pembahasan lengkap perihal penyebab tidak bisa klaim JHT di JMO. Ketika sudah mengetahui penyebabnya, maka kamu bisa mengambil langkah tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Ada beberapa cara untuk mengatasi masalah pengajuan klaim JHT melalui aplikasi JMO tanpa harus datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan. Langsung saja simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Kenapa Tidak Bisa Klaim JHT di JMO?

Tidak Bisa Klaim JHT di JMO
source: Youtube/ Pusat Solusi

Sebagai karyawan yang sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, setiap bulan nya Gaji kamu akan dipotong untuk Premi BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah Premi yang terkumpul nantinya akan terakumulasi menjadi saldo JHT.

Selanjutnya, saldo JHT bisa dicairkan atau di klaim setelah status kepesertaan sudah tidak aktif atau sudah tidak lagi bekerja di Perusahaan terkait. Masing-masing karyawan mungkin memiliki saldo JHT yang berbeda-beda, tergantung masa kerja dan jumlah KPJ (Kartu Peserta Jamsostek).

Pencairan saldo JHT bisa dilakukan oleh setiap karyawan, entah itu karyawan Magang, PKWT maupun karyawan tetap yang sudah Pensiun. Saat ini tersedia metode klaim JHT Online, diantaranya lewat Lapak Asik, e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan dan JMO (Jamsostek Mobile).

Akan tetapi aplikasi JMO menjadi pilihan banyak orang yang ingin mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan. Selain tidak perlu datang ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan, ketika mencairkan saldo JHT di JMO proses nya juga jauh lebih praktis dan bisa cair kurang dari 10 menit.

Namun, untuk klaim JHT di JMO ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Jika ada beberapa syarat yang tidak terpenuhi, maka akan muncul notifikasi yang intinya pengajuan klaim JHT tidak dapat dilanjutkan.

Pastinya kamu tidak ingin mengalami kendala saat melakukan pencairan saldo JHT di aplikasi JMO. Atau sudah terlanjur mengalami masalah ketika mengajukan klaim JHT di JMO?

Jika demikian, maka kamu perlu mencari tahu penyebab tidak bisa klaim JHT di JMO. Umumnya, permasalahan gagal klaim JHT di Jamsostek Mobile terjadi karena beberapa hal berikut ini:

1. Status Kepesertaan Masih Aktif

Perlu diingat bahwa untuk klaim JHT di JMO hanya bisa dilakukan apabila status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan sudah tidak aktif. Pihak Perusahaan bakal menonaktifkan status kepesertaan setelah masa kontrak karyawan atau Pegawai habis.

Atau status kepesertaan juga bisa di non-aktifkan ketika Pegawai melakukan Resign (mengundurkan diri), terkena PHK atau faktor lainnya yang menyebabkan karyawan tidak lagi bisa bekerja di Perusahaan tersebut.

Kemudian proses pemutusan status peserta BPJS Ketenagakerjaan biasanya memiliki masa tunggu sampai 30 hari. Contoh, kamu selesai kontrak di Perusahaan A pada tanggal 1 Desember. Maka status BPJS Ketenagakerjaan kamu baru akan berganti dari Aktif menjadi Non-Aktif pada tanggal 1 Januari.

Terkadang beberapa orang tidak memperhatikan hal tersebut dan langsung mengajukan klaim JHT ketika baru beberapa hari habis kontrak di Perusahaan. Karena mereka menganggap kalau klaim JHT bisa dilakukan setelah tidak lagi bekerja di Perusahaan yang mendaftarkan nya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

2. Nominal Pencairan Lebih Dari 10 Juta

Selanjutnya, pengajuan klaim JHT di JMO tidak bisa dilanjutkan ketika nominal pencairan melebihi batas minimal, yaitu Rp. 10.000.000. Jadi, kalau kamu punya saldo JHT lebih dari 10 juta dan ingin mencairkan semuanya, kamu tidak bisa memanfaatkan aplikasi Jamsostek Mobile sebagai media pengajuan klaim.

3. Belum Melakukan Pengkinian Data

Khusus peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin klaim JHT di JMO wajib melakukan Pengkinian data terlebih dahulu. Apabila belum melakukan Pengkinian data tapi mencoba mencairkan JHT di JMO akan muncul notifikasi seperti ini:

Anda belum memenuhi persyaratan pengajuan klaim JHT melalui aplikasi JMO. Belum melakukan Pengkinian data.

Proses Pengkinian data bisa dilakukan langsung melalui aplikasi Jamsostek Mobile. Sebelum itu siapkan dokumen berupa kartu BPJS Ketenagakerjaan dan eKTP. Selain itu, usahakan kamu berada di ruangan terang serta menyiapkan smartphone dengan kamera berkualitas jernih. Jika tidak, maka Pengkinian data gagal terus.

4. Masih Dalam Proses Penggabungan Saldo JHT

Apabila sudah melakukan proses Pengkinian data, lalu kamu coba mengajukan klaim JHT di JMO dan hasilnya tetap tidak bisa, atau muncul keterangan seperti ini:

Pengajuan klaim JHT Anda tidak dapat dilanjutkan pada aplikasi JMO karena kartu Anda dalam proses. Untuk informasi lebih lanjut silahkan menghubungi Perusahaan Anda atau Kantor Cabang terdekat di Kota Anda.

Masalah ini terjadi karena Pengkinian data masih dalam proses. Biasanya Pengkinian data akan selesai selama 3 hari kerja. Apabila belum ada pemberitahuan Pengkinian data berhasil, maka jangan dulu mengajukan klaim JHT di JMO.

5. Terdapat Transaksi Klaim JHT di Layanan Lain

Kemudian, tidak bisa klaim JHT di JMO juga dapat disebabkan oleh adanya status pengajuan klaim JHT di layanan lain. Misal, sebelum mengajukan pencairan JHT di JMO kamu sudah membuat pengajuan klaim JHT di Lapak Asik.

Ingat, ketika baru membuka layanan Lapak Asik dan masuk ke halaman pengisian formulir pengajuan klaim JHT, aktivitas tersebut akan tercatat oleh sistem dan dianggap sebagai . Jadi, ketika beralih ke menu pencairan JHT di JMO, nantinya akan muncul pemberitahuan seperti ini:

Pengkinian data tidak dapat dilanjutkan pada aplikasi JMO dikarenakan masih dalam proses klaim JHT di LAPAK ASIK KANTOR CABANG (Domisili Peserta).

Pencairan saldo JHT tidak bisa dilakukan secara bersamaan melalui dua layanan berbeda, contoh di Lapak Asik dan JMO.

6. Gagal Verifikasi Biometrik

Pada proses klaim JHT di JMO juga terdapat tahap verifikasi Biometrik atau proses pemindaian wajah dan eKTP pemilik saldo JHT. Ketika di tahap ini hasil foto kamu kurang jelas, maka sistem tidak bisa mendeteksi dan berakhir gagal verifikasi Biometrik. Jika sudah seperti ini, proses pengajuan klaim JHT di JMO tidak bisa dilanjutkan.

7. Data Rekening Tidak Sesuai

Pada tahap akhir pencairan BPJS Ketenagakerjaan di aplikasi Jamsostek Mobile, kamu akan dimintai informasi lengkap mengenai data rekening dan NPWP. Jika data yang dimasukkan tidak sesuai, maka hal tersebut juga bisa menjadi alasan klaim JHT gagal.

Cara Mengatasi Gagal Klaim JHT di JMO

Cara Mengatasi Gagal Klaim JHT di JMO
source: Youtube/ Pusat Solusi

Sampai disini kamu sudah tahu beberapa alasan kenapa tidak bisa melakukan pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan di aplikasi JMO. Sekarang kamu bisa menentukan, kira-kira apa yang menyebabkan saldo BPJS Ketenagakerjaan kamu tidak bisa dicairkan via Jamsostek Mobile.

Setelah itu, simak beberapa cara di bawah ini untuk mengatasi masalah gagal klaim saldo BPJS Ketenagakerjaan di Jamsostek Mobile berdasarkan masing-masing penyebab:

1. Lakukan Pengkinian Data

Pertama, jika kamu gagal klaim JHT karena belum melakukan Pengkinian data, maka solusinya cukup lakukan Pengkinian data di aplikasi Jamsostek Mobile. Pastikan kamu melakukan tahap demi tahap Pengkinian data dengan benar.

Setelah itu tunggu kurang lebih 3 hari atau sampai muncul pemberitahuan Pengkinian data berhasil. Jika sudah, kamu bisa masuk ke menu Jaminan Hari Tua di JMO untuk membuat pengajuan klaim JHT.

2. Cek Data Kepesertaan

Kedua, setelah berhasil memenuhi semua syarat pencairan saldo Jaminan Hari Tua di JMO, maka kamu akan memasuki tahap pengisian Data Kepesertaan. Pastikan kamu memasukkan nomor eKTP, nomor KPJ, nama lengkap, tanggal lahir dan lainnya dengan benar.

Selain itu, pada tahap pengisian Data Rekening dan NPWP juga harus teliti. Jika terdapat data yang tidak sesuai, maka pencairan tidak akan dapat dilanjutkan. Sebenarnya kunci nya disini, kalau semua syarat dan data-data yang dibutuhkan sudah benar, maka proses pencairan JHT di JMO bisa berjalan lancar.

3. Hubungi Personalia / HRD Perusahaan

Ketiga, bagi kamu yang mungkin tidak bisa mencairkan saldo BPJS Ketenagakerjaan karena status kepesertaan masih aktif, kami sarankan untuk menghubungi pihak Personalia atau HRD di Perusahaan. Jelaskan kalau kamu tidak bisa melakukan klaim saldo Jaminan Hari Tua karena status kepesertaan masih aktif, padahal kamu sudah tidak lagi bekerja di Perusahaan tersebut.

Selanjutnya petugas HRD atau bagian Personalia akan membantu menonaktifkan status kepesertaan. Tapi jika data kamu masih dalam masa tunggu, maka mau tidak mau harus menunggu sampai status kepesertaan berhasil di non-aktifkan.

4. Mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan

Keempat, bagi yang mengalami kendala saat mencairkan saldo JHT di Jamsostek Mobile karena gagal verifikasi Biometrik, maka tinggal lakukan verifikasi ulang menggunakan kamera smartphone yang lebih jernih dan berada di ruangan yang terang.

Tapi bagaimana kalau akun sudah terblokir karena mengalami gagal verifikasi Biometrik sebanyak 3 kali berturut-turut? Jika sudah seperti ini, maka jalan satu-satunya adalah mendatangi Kantor BPJS Ketenagakerjaan setempat untuk meminta pembukaan blokir, sehingga proses pencairan JHT bisa dilanjutkan.

5. Mengajukan Pembatalan Klaim JHT

Kelima, jika permasalahan disebabkan oleh adanya status pencairan JHT di layanan lain, seperti Lapak Asik maka untuk mengatasinya kamu perlu mengajukan pembatalan transaksi. Proses pembatalan bisa dilakukan dengan cara menghubungi nomor telepon Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan yang tertera di notifikasi.

Apabila pembatalan tidak bisa dilakukan, maka mau tidak mau kamu harus menunggu kurang lebih 14 hari kerja supaya transaksi tersebut dibatalkan secara otomatis oleh sistem. Untuk menghindari masalah serupa, sebaiknya jangan lakukan pencairan JHT di layanan lain selain JMO.

6. Ganti Media Pengajuan Klaim JHT

Terakhir, untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan yang gagal mencairkan saldo Jaminan Hari Tua di JMO karena nominal pencairan melebihi batas minimal, maka mengganti metode pencairan selain lewat JMO. Apakah di JMO tidak ada fitur untuk mengatur jumlah pencairan saldo JHT supaya bisa kurang dari 10 juta?

Jamsostek Mobile hanya bisa mencairkan JHT sesuai jumlah saldo yang dimiliki peserta dan tidak boleh lebih dari 10 juta. Artinya, tidak ada cara alternatif apapun supaya tetap bisa mencairkan JHT dengan jumlah di atas 10 juta melalui aplikasi ini.

Meski begitu, kamu masih tetap bisa memanfaatkan layanan e-Klaim BPJS Ketenagakerjaan guna mencairkan saldo JHT secara Online. Silahkan masuk ke situs Lapak Asik kemudian ikuti instruksi pengajuan klaim saldo Jaminan Hari Tua. Disini kamu bisa mencairkan saldo dengan nominal lebih dari 50 juta.

Atau kamu juga bisa datang ke Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan terdekat untuk mengajukan klaim JHT. Tapi sebelum itu, pastikan kamu sudah melengkapi berkas persyaratan, mulai dari Paklaring, Ijazah, Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan lain sebagainya.

Kesimpulan

Pencairan saldo BPJS Ketenagakerjaan lewat JMO memang sangat mudah, tidak perlu datang ke Kantor Cabang dan bisa cair kurang dari 10 menit. Tapi, jika mengalami kendala tidak bisa klaim JHT di JMO, pembahasan di atas bisa kamu jadikan referensi dalam mencari tahu penyebab sekaligus solusinya.


Editor: Ari

Photo of author

Dwiki Lutfianto

Dwiki Lutfianto, lulusan S1 STMIK Amikom Purwokerto, telah mengabdikan diri sebagai penulis berita profesi dan pekerjaan di Iberian-Partners.com selama 3 tahun. Keahliannya merangkum perubahan pasar kerja memberikan perspektif berharga bagi pembaca yang ingin mengikuti tren industri terkini.

Baca Juga